Monday, 14 July 2014

Gilitugel



Oleh Lanang Setiawan


GILITUGEL! Demikian orang menyebut pertigaan jalan antara Jalan Diponegoro – AR. Hakim dan Sudirman di Kota Tegal. Pertigaan jalan tersebut merupakan jalur Tegal – Slawi dan Tegal – Jakarta.
Sepintas kilas pertigaan itu seperti tidak ada yang istimewa. Tiap hari perlintasan tersebut disibukan berbagai jenis kendaraan yang lewat di situ. Juga pada malamhari, tak sedikit di trotoar sebelah Timur dan Barat menjadi tempat warung lesehan temporer terutama di sebelah Barat. Tapi cobalah menorobos ke dalam terowongan waktu kilas balik pada peristiwa yang pernah terjadi, betapa memedihkan lahirnya asal-usul Gili Tugel!

Asal Usul Nama dan Sejaran Kota TEgAL

Cultural heritage dan living cultural yang tersisa dan hidup di kawasan tersebut adalah suatu bukti adanya kekayaan sejarah sebuah kota atau kawasan. Keduanya merupakan warisan peradaban umat manusia.
Demikian halnya dengan Kabupaten Tegal, Wilayah yang kaya akan jejak peninggalan kesejarahan sebagai penanda bahwa Kabupaten Tegal sebagai tlatah kawasan tak dapat dilepaskan dari keterkaitan garis sejarah hingga membentuk kawasan sekarang ini.

Brug Kembar Dukuhturi

Orang yang belum tahu tentang Brug Kembar (Jembatan Kembar) mungkin akan selalu bertanya-tanya apabila melintas di daerah Dukhturi Kab. Tegal, karena disitu hanya terdapat 1 jembatan saja. Orang pasti akan menyangka kalo kembar berarti lebih dari satu, ya minimal 2 lah bisa dikatakan kembar.

Konon menurut cerita orang terdahulu, jembatan yang melintasi di kali Kemiri dan menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Dukuturi seperti Ds. Sidapurna dan Desa Dukuhturi menuju Terminal Tegal dibuat oleh Belanda. Pada waktu jaman penjajahan Belanda, dibangunlah dua jembatan yang berjejer persis berdampingan disebelahnya. Dibuatnya 2 jembatan tersebut, kemungkinan dikarenakan padatnya lalu lintas waktu itu, karena jemabatan tersebut secara geografis merupakan empat titik pertemuan jalan yang menghubungkan antar desa-desa. Bukti adanya jembatan kembar tersebut masih terlihat sampai sekarang seperti pondasi penyangga jembatan.